26°C
Hujan
Kelembaban: 89%
31°C 25°C
32°C 25°C
31°C 25°C
JAMBI - Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari mendatang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali datang ke Provinsi Jambi. Selain kedatangan SBY, dalam rapat persiapan HPN di Ruang Pola Kantor Gubernur, kemarin (19/1), Sekda Syahrasaddin membeberkan beberapa rangkaian[…]
JAKARTA - Studi banding ke luar negeri seyogyanya dilakukan agar para karyawan memiliki mind set yang lebih maju dan dapat bekerja lebih efiisien.
JAKARTA - Studi banding ke luar negeri seyogyanya dilakukan agar para karyawan memiliki mind set yang lebih maju dan dapat bekerja lebih efiisien.
| Warta Sekolah | BIDIK KASUS | ||||
| Alat Peraga PAUD Diselewengkan |
|
|
|
Dibaca: 123 |
|
|
|
Bersadasarkan informasi yang dihimpun "GM", Rabu (1/2), indikasi bakal terjadinya penyelewengan itu sudah tercium sejak dalam pembuatan proposal. Di antaranya, isi proposal itu diarahkan untuk pembelian APE jenis jungkitan, ayunan, dan perosotan. Dalam realisasinya, paket APE luar yang sudah diterima oleh penyelenggaran PAUD, dinilai tidak layak dan mengancam keselamatan anakanak yang menggunakannya. Di samping itu, terjadi selisih harga yang sangat fantastis dalam pengadaan barang tersebut. Di mana untuk setiap penyelenggara PAUD harus membuat surat pertanggungjawaban (SPj) sebesar Rp 4,5 juta. Sementara harga satuan APE luar, jenis tersebut adalah Rp 900 ribu untuk perosotan, Rp 600 ribu untuk ayunan, dan Rp 500 ribu untuk jungkitan. Pengadaan APE "bermasalah" itu disebut-sebut melibatkan pejabat Bidang Pendidikan Luar Sekolah dan Nonformal Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, Cecep Suryana. "Barang yang sudah kami terima kondisinya seperti ini. Jika dibandingkan dengan barang yang sudah ada, kualitasnya tidak sesuai harapan," kata Mukti, Penyelenggara PAUD di wilayah Kecamatan Cimalaka. Yang disesalkannya, pengadaan APE luar itu, tidak disesuaikan dengan kebutuhan PAUD masing-masing. Karena sudah dikondisikan oleh orang dinas. Sementara itu, Kabid PLS dan PNF, Cecep Suryana, ketika dikonfirmasi, membantah melakukan pengondisian APE luar tersebut. Namun yang menjadi ironis, yang bersangkutan tidak bersedia menyebutkan jumlah PAUD penerima bantuan dekon, termasuk besaran uangnya. Hanya saja dia mengatakan bahwa jumlah penerimanya, kurang dari seratus PAUD, dan bukan 254 PUD seperti yang disebutkan," tandasnya. (B.108)**
Artikel Lain |