26°C
Sebagian Berawan
Kelembaban: 89%
31°C 25°C
32°C 25°C
31°C 25°C
JAMBI - Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari mendatang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali datang ke Provinsi Jambi. Selain kedatangan SBY, dalam rapat persiapan HPN di Ruang Pola Kantor Gubernur, kemarin (19/1), Sekda Syahrasaddin membeberkan beberapa rangkaian[…]
JAKARTA - Studi banding ke luar negeri seyogyanya dilakukan agar para karyawan memiliki mind set yang lebih maju dan dapat bekerja lebih efiisien.
JAKARTA - Studi banding ke luar negeri seyogyanya dilakukan agar para karyawan memiliki mind set yang lebih maju dan dapat bekerja lebih efiisien.
| Warta Sekolah | LIFE SKILL | ||||
| Life Skill PKBM Latansa Mengentaskan Buta Aksara Sekaligus Peningkatan Perekonomian |
|
|
|
Dibaca: 104 |
|
|
|
Kepada Humas, Eny perempuan 33 tahun ini menuturkan bahwa PKBM Latansa yang didirikannya bersama suami Yoyok Handoyo ini berdiri sejak tahun 2008 dengan tujuan utama adalah pengentasan buta aksara di wilayah Kecamatan Dander. Awal berdiri lalu jumlah peserta didiknya hampir 1.400 an orang lebih dan sekarang ini ditahun 2011 ini jumlah peserta didik untuk keaksaraan fungsional sebanyak 120 orang, dan peserta kejar paket c sejumlah 27 peserta didik. Diakui jumlah peserta didik ini dari tahun ketahun memang jumlahnya menurun namun hal ini berbalik jika dibandingkan dengan data dilapangan. Menurut Eny, selama ini masyarakat yang putus sekolah masih malu jika harus menempuh pendidikan dijalur PKBM ini. Dan banyak pula anak-anak usia sekolah yang tidak meneruskan dijenjang pendidikan menengah. Dari hal inilah membuat wanita yang akrab dengan panggilan Eny ini mengubah wajah PKBM tidak semata-mata hanya untuk pembelajaran kejar paket saja, namun juga ada materi keterampilan yang diberikan untuk peserta didiknya. Sehingga saat mereka sudah lulus dari program kejar paket ini mereka memiliki keahlian dibidang membatik dan bidang menjahit. Dijelaskan Life Skill yang diberikan untuk sementara ini masih berupa membuat batik, dan saat ini diapun sedang menugaskan 1 orang peserta didiknya untuk mengikuti kursus menjahit. Ditegaskan selain usaha membuat batik ini ada hal lain yang ingin diwujudkan yakni bagaimana batik ini dijual dipasaran dalam bentuk konveksi jadi . Masih dalam penuturannya kepada Humas, Eny menjelaskan saat ini dari 20 peserta didik yang mengikuti kejar Paket di PKBM Latansa, 8 orang sudah mahir membuat batik. Bahkan dua orang dari peserta didik telah membuka usaha sendiri dirumah mereka masing-masing. Kebanyakan diantara mereka senang dengan adanya kegiatan life skill membuat batik, karena selain menambah pengetahuan juga memberikan tambahan dari segi ekonomi. Sedangkan untuk keaksaraan fungsional ini dilakukan ditahun 2011 ini dilaksanakan di Desa Sumberarum Kecamatan Dander. Suminah, warga setempat yang merupakan peserta didik di PKBM Latansa dan peserta life skill ketika dikonfirmasi humas menjelaskan bahwa di PKBM ini ada banyak manfaat yang bisa diperolehnya, yakni mulai dari pembelajaran membaca dan menulis ada hal terpenting lagi yakni mendapatkan keterampilan. Serta yang utama adalah bisa membantu menambah ‘pemasukan’ keluarga. Diakui sebelum mengikuti kegiatan ini, dirinya hanyalah ibu rumah tangga biasa yang tidak memiliki penghasilan, namun dengan adanya life skill ini saat ini setidaknya ada sedikit uang yang bisa diterimanya dari membuat batik. Ada uang jajan untuk anak-anaknya, akunya, polos kepada humas. (hms/Atk) |