Bantah Terima Iklan, LSM Pertanyakan Kelanjutan Kasus SMPN 1 Lengkong

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapu Jagat bantah terima iklan dari pihak sekolah. Ketua LSM Sapu Jagat, Subroto menjelaskan perihal upaya pelaporan dugaan pungutan liar dan korupsi yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah beserta jajaran pimpinan lain ke Kejaksaan bukan dilatar belakangi oleh tidak diberinya iklan oleh pihak sekolah.

"Tidak pernah minta, kalau aku minta ya jelas ada suratnya, bukan hanya omong-omongan tapi ada surat," kata Broto kepada redaksi wartajatim, Rabu (20/3/2019).

Lanjut Broto, sejauh ini pihaknya belum mengetahui kelanjutan di Kejaksaan. Belum ada pemberitahuan apapun dari pihak Kejaksaan terkait laporan dugaan pungli dan korupsi di lingkungan pendidikan SMPN 1 Lengkong.

Sebelumnya, Terkait adanya pelaporan oleh LSM ke Kejaksaan, Yasin mengatakan belum tahu detailnya, namun mendapatkan informasi seperti itu. Pihak sekolah usai dilaporkan ke Kejaksaan lantas melaporkan ke ke Dinas Pendidikan.

"Awalnya kami mendapat info via media youtube, yang diantaranya memuat pelaporan saudara Broto kepada pihak Kejaksaan. Akhirnya, satu hari usai pelaporan pihak sekolah menemui saya di Dinas," jelas Yasin.

Berdasarkan penuturan Kepala Sekolah kepada Dinas, terungkap penjelasan. Dimana pihak sekolah menepis tuduhan didalan laporan LSM tersebut. Mengutip penjelasan Kepala Sekolah SMPN 1 Lengkong, bahwasanya Kepala Sekolah tidak mau membayar iklan sebesar 750 ribu karena tidak bisa di SPJ kan.

"Kepala Sekolah tidak mau membayar iklan 750 ribu karena memang tidak bisa di SPJ kan, Iklan yang diminta oleh saudara Subroto itu," terang Yasin.

Lanjut Yasin, maksud kami sejauh ini media adalah teman, media kontrol, media untuk mendidik dan lain sebagainya. Tapi kemudian jangan melakukan teori penekanan-penekanan seperti itu.(tim) 

  • Whatsapp

Index Berita