Iklan by WartaSekolah
Get Adobe Flash player

Cuaca Hari Ini

Sebagian Berawan

26°C

Jakarta

Sebagian Berawan

Kelembaban: 89%

  • Min Kemungkinan Badai

    31°C 25°C

  • Sen Gerimis berpetir

    32°C 25°C

  • Sel Kemungkinan Badai

    31°C 25°C

Forum Komunikasi Sekolah

Warta Sekolah | Tokoh
Ini Dia ‘Dukun Ekonomi’ Paling Dicari Saat Ini PDF Cetak E-mail Dibaca: 93
PostAuthorIcon Ernest    PostDateIcon Minggu, 29 Januari 2012 16:09

DAVOS, Jaringnews.com - Sudah bukan rahasia lagi bahwa ekonom merupakan salah satu profesi yang ramalannya paling sering meleset. Di kalangan mereka sendiri sudah umum lelucon yang berkata, “ekonom adalah seorang pakar yang baru besok bisa mengerti mengapa ramalannya kemarin tidak terjadi hari ini.” Bahkan ada lelucon yang lebih sadis dan mungkin tak perlu lagi diterjemahkan: “An economist is someone who doesn't know what he's talking about - and make you feel it's your fault.”

Tidak demikian halnya dengan Nouriel Roubini. Ekonom yang menjadi dosen Stern School of Business di New York University ini, kini disebut-sebut sebagai ‘dukun ekonomi’ paling didengar dewasa  ini terutama di Amerika Serikat dan Eropa, berkat ramalan-ramalannya yang mendekati kenyataan. Pria blasteran Iran-Yahudi tetapi sudah lahir di AS ini, adalah ekonom yang paling awal memberi aba-aba tentang kolapsnya pasar properti di AS dan resesi ekonomi dunia 2008.

Pada tahun 2005 dia sudah mengingatkan betapa bahayanya sektor properti di AS oleh maraknya spekulasi yang menyebabkan harga melambung tapi rapuh. Pada tahun 2006 ia memberi aba-aba kepada IMF -- yang meragukan ramalannya-- bahwa AS akan menghadapi sektor perumahan yang rapuh, guncangan minyak, kepercayaan konsumen yang merosot dan pada akhirnya resesi yang mendalam.

Semua yang diramalkannya itu, ternyata benar. Sampai-sampai  ekonom pemenang nobel, Paul Krugman, berkomentar, bahwa sekalipun ramalan-ramalan Roubini terdengar aneh, semuanya ternyata cocok dengan kenyataan bahkan seolah-olah melampaui realitas.

Oleh reputasinya itulah kini ia sibuk terbang dari satu negara ke negara lain untuk memberi nasihat kepada para gubernur bank sentral dan menteri keuangan di Eropa dan Asia. Analisisnya yang selalu kritis dan berbau pesimisme, telah menyebabkannya digelari sebagai Dr. Kiamat. Namun itu tak bisa menghalanginya menjadi ekonom yang paling dicari dan didengar, sebagai ‘dukun ekonomi’ yang bisa menunjuk arah.

Tidak mengherankan bila di World Economic Forum (WEF) yang kini tengah berlangsung di Davos, Swiss, Nouriel Roubini juga termasuk bintang yang diharapkan berperan sebagai ‘dukun ekonomi’ yang bisa menyibak arah masa depan. Dan, tampaknya, ia masih belum bisa meninggalkan ciri khasnya sebagai Dr. Kiamat tersebut.  Ramalan-ramalannya tentang perekonomian dunia masih suram.

"Kita hidup di dunia di mana masih ada sejumlah besar kerapuhan ekonomi dan keuangan," katanya. "Ada sejumlah besar ketidakpastian - makro, keuangan, fiskal, utang luar negeri, perbankan, peraturan, perpajakan - dan ada juga permasalahan geopolitik dan ketidakpastian politik serta kebijakan," tutur dia ketika diwawancarai oleh kantor berita AP kemarin (28/1).

Sumber ketidakpastian itu, menurut pria kelahiran 29 Maret 1959 ini, bertebaran mulai dari krisis zona euro, persoalan di Timur Tengah, ketidakmampuan AS mengatasi persoalan fiskalnya, pertumbuhan ekonomi.

Namun ketidakpastian terbesar menurut dia adalah kemungkinan konflik yang diakibakan oleh proyek nuklir Iran. Konflik ini, yang tentu akan melibatkan Israel dan AS secara terpisah atau bersama-sama, bisa membuat harga minyak mentah melonjak hingga US$150 per barrel. Kalau itu terjadi, resesi global akan jadi kenyataan.
(Ben / Riz)

 

Ini Dia ‘Dukun Ekonomi’ Paling Dicari Saat Ini
Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose