Iklan by WartaSekolah
Get Adobe Flash player

Cuaca Hari Ini

Sebagian Berawan

26°C

Jakarta

Sebagian Berawan

Kelembaban: 89%

  • Min Kemungkinan Badai

    31°C 25°C

  • Sen Gerimis berpetir

    32°C 25°C

  • Sel Kemungkinan Badai

    31°C 25°C

Forum Komunikasi Sekolah

Warta Sekolah | Tokoh
Sosok Dewi Sartika Perlu Terus Disosialisasikan PDF Cetak E-mail Dibaca: 78
PostAuthorIcon Ernest    PostDateIcon Minggu, 29 Januari 2012 20:08

PRLM - Sosok Rd. Dewi Sartika harus terus disosialisasikan, melalui buku-buku, surat kabar, televisi, radio, maupun acara-acara khusus untuk mengenang ketokohannya. Jasa Rd. Dewi Sartika dalam menanamkan nilai-nili luhur dan karakter bangsa melalui pendidikan, sangat layak diapresiasi.

Demikian dikatakan Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dr. Pinky Saptandani pada acara "Malam Dewi Sartika" yang digelar Yayasan Pusbitari bekerjasama dengan Yayasan Ahli Waris Dewi Sartika dan Agah Suryawinata (AWIKA), di Grand Royal Panghegar, Jumat (27/1/12) malam.

Menurut Pinky, kekuatan Rd. Dewi Sartika adalah ia memiliki komitmen kuat, integritas kepribadian tinggi, dan keteguhan menjalankan missi pemberdayaan perempuan melalui pendidikan. Karakter yang sebenarnya tetap relevan dalam konteks pemberdayaan perempuan Indonesia saat ini.

"Merupakan langkah yang tepat apabila ketokohan Dewi Sartika dapat terus disosialisasikan melalui berbagai cara, disusun melalui penulisan, beda buku, kegiatan ziarah, atau lainnya sehingga sosok Dewi Sartika akan terus dikenang. Sebagai bentuk pembelajaran kepada generasi tentang nilai-nilai luhur dan pendidikan bangsa," ujarnya.

Acara ini dihadiri Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, Dirut PT Pikiran Rakyat Djoko Hendrarto, serta berbagai tokoh perempuan Jawa Barat. Eddi mengatakan, pemerintah kota Bandung mengucapkan terima kasih atas penerbitan buku "200 Tahun Seni di Kota Bandung".

Dengan begitu Edi mengatakan, semakin bertambah lagi koleksi sejarah kota Bandung yang tertuang ke dalam buku. Menganai ketokohan Dewi Sartika Edi mengatakan, Rd. Dewi Sartika adalah seorang tokoh, panutan, sekaligus pahlawan pendidikan kaum perempuan pada masanya.

Dewi Sartika ibarat lentera di tengah kegelapan yang memberi pencerahan bagi peningkatan harkat dan martabat perempuan Indonesia.

Irawati Durban Ardjo selaku Ketua Panitia mengatakan, budaya menulis di Indonesia cenderung lemah. Sedangkan setiap segala apapun bila tidak dituliskan akan sangat mudah lenyap. Apalagi hal ini berhubungan dengan tari sebagai bentuk kesenian tradisi.

"Bila tidak dituliskan dalam betuk buku, pasti punah. Atas dasar itulah, saya ingin sejarah tari, perkembangan tari, dan seluruh potensi seni yang ada di kota Bandung ini terabadikan melalui buku," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Edi menyerahkan buku kepada perwakilan Yayasan AWIKA sedangkan Pinky memberi bantuan laptop dan mesin jahit untuk sekolah peninggalan Rd Dewi Sartika yang kini terletak di Jln. Ciguriang Bandung.

Dilakukan pula lelang lukisan karya Basuki Bawono yang berjudul "Merak Bodas". Sebuah lukisan yang menggambarkan Irawati Durban Adjo sedang menari tari merak putih.

Peluncuran buku "200 Tahun Seni di Bandung" yang ditulis empat belas pakar seni di bidangnya masing-masing, yaitu Jacob Sumardjo, Endo Suanda, Gending Raspuzi, Heri Herdini, Cahya Hedy, Usep Romli, Sudarsono Katam, Tatang Abdullah, Eddy D Iskandar, Haryadi Suadi, Adjie Esa Putra, Sulaiman Iskandar, Agus Hujatnikajennong, Annisa D Rahadi, dan Irawati Dirban Ardjo.

Bersamaan dengan itu pula diterbitkan 5 buku, "5 Dasa Warsa Irawati Menari", "Tari Sunda 1940-1965", "Tari Sunda 1880-1990", dan "Kawit, Teknik, dan Gerak Dasar Tari".(Eriyanti/"PRLM"/A-88)***


 

Sosok Dewi Sartika Perlu Terus Disosialisasikan
Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose